terakhirrr, :)
Saat itu sekolah sudah sepi tinggal anak-anak SUJU dan SS501 yang sedang latihan diruangan yang berbeda. Dan tentu saja Rae neul, Hyun Mi, dan Soo Rim belum pulang juga, mereka bertiga menanti latihan dua boyband itu selesai.
SS501 keluar dari ruangan mereka, Soo Rim menghampi Hyun Joong.
Hyun Joong menatapnya sinis.
Soo Rim memegang tangan Hyun. “Oppa”, serunya pelan, pelaaaaan sekali, sangat pelan, pelan banget deh.
Hyun Joong melepas tangan Soo Rim. “Jangan pegang aku!”, Hyun Joong langsung meninggalkan Soo Rim.
Soo Rim shock, ia terluka hatinya. “Jatuh bangun aku mengejarmu tapi dirimu tak mau mengerti*authornya lupa, segitu doang ingetnya*”, Soo Rim mulai nyanyi
“Mian ya, Soo Rim”, seru Hyung joon sambil berlalu.
“Makan ati banget sih Oppa”, dumel Soo Rim.
“Apapun makanannya minumnya teh botol tiiiiit*disensor ceritanya*”, seru Rae Neul promosi, ternyata setelah diselidiki Kangin shooting CF minuman tersebut.
“Eh itu Kyu Oppa udah keluar aku duluan ya”, Hyun Mi berlari menghampiri Kyu Hyun. “Oppa!”, teriaknya ala India.
Kyu Hyun syok, dia langsung kabur. Hyun Mi mengejarnya jadi mereka berdua main kejar-kejaran seperti film-film India. AADI(ada apa dengan India).
“Aku juga ya Soo Rim, aku mau ada kencan dengan Kangin”, Rae Neul menghampiri Kangin yang kakinya masih di gips *ingat kejadian Kangin gelinding dari tangga*
Soo Rim berharap Hee Chul datang dan menyemangatinya seperti biasa. Tapi Hee Chul tidak muncul, dan akhirnya Soo Rim memutuskan jualan pop mi dipuncak berhubung lagi musim liburan.*pembaca:serius apa author*. Soo Rim menuju kamar mandi, ia melihat Hee Chul sedang mencium Siwon. Soo Rim kaget ia membuka mulutnya lebar-lebar.
Tiba-tiba Hee Chul sadar ada yang memperhatikannya. “Soo Rim”
“Jika hanya untuk mengejar laki-laki lain buat apa sih benang biru kau sulam menjadi kelambu”, Soo Rim udah shooting MV.
“Aniyo, bukan begitu”, elak Siwon dan Hee Chul berbarengan.
Soo Rim meneteskan air mata. “Sudah, aku tidak perlu mendengar penjelasan kalian. Kalau Oppa, bersama dengan siwon sunbae, mengapa mendekati aku padahal kan kau tau aku dengan Hyun oppa, kau jahat aku tidak mau lagi mengenalmu”, Soo Rim berlari ala telenovela gitu, airmatanya bercucuran terkena hembusan angin.
Hee Chul mengejarnya. Soo Rim berdiri dibawah pohon sambil menutup wajahnya.
Hee Chul memeluknya dari belakang. *digorok elf*
Soo Rim langsung menghindar. “mau apa?”, tanya Soo Rim galak.
“Jongmal miannata, aku memang tidak bersama Siwon, tapi ada hal lain, aku mendekatimu karena SS501 dan suju lagi tanding adu balap karung(loh) adu vote banyak, jadinya aku membuat SS501 sibuk, ini ideku aja kok, anak-anak suju tidak ada hubungannya, tapi setelah aku mendekatimu ternyata aku padamu*hee chul jadul* *dikeplak Hee Chul*”
“Sebenarnya aku juga sempat merasakan itu, tapi aku sadar aku sangat mencintai Hyun Oppa”, Soo Rim menunduk.
“Tapi Hyun joong itu sudah kasar padamu, dan tidak peduli padamu dan dia tidak punya arpald”, hasut Hee Chul, tanpa disadari tumbuh tanduk dari pala Hee Chul.
“Mian Oppa, aku gak bisa ‘gak bisa masak’” Soo Rim berlari meninggalkan Hee Chul yang terbengong-bengong. Hee Chul menata punggung Soo Rim yang semakin menjauh.
Dijalan Soo Rim bertemu dengan teman Min Ho Oppa.
“Soo Rim, sedang apa?”, sapanya.
“In Kyu Oppa”, Soo Rim tersenyum *Author:asyik muncul cowo cakep satu lagi* “Aku sedang merenungi nasip percintaanku”, ah melankolis sekali sih hidup ini.
Setelah Soo Rim bercerita panjang tentang apa yang terjadi.
“Jadi kau berselingkuh dengan Hee Chul hyung?”,
Soo Rim manggut-manggut.
“tapi ternyata itu Cuma taktiknya Hee Chul hyung?”,
Soo Rim manggut-manggut lagi, kaya boneka anjing di mobil.
“Kalau begitu kau harus minta maaf sama Hyun Hyung, mungkin dia sudah tau makanya dia jadi judes gitu, atau lagi PMS”, *diplak Hyun Oppa*
Sementara Soo Rim dan In Kyu sedang mengobrol, Hyun Mi masih asik main kejar-kejaran di sekolah, sedangkan Rae Neul mulai kencan ngepel barengnya, mereka terlihat sangat senang, begitu bahagianya.
Paginya.
Soo Rim datang kesekolah pagi-pagi sekali, ia bermaksud memberi kejutan pada Hyun Joong lalu meminta maaf, tapi ternyata Hyun Joong sudah dateng duluan bersama semua anak-anak SS501 dan Suju, termasuk Hee Chul. Saat masuk kekelas, semua anak Suju menyanyi lagu Marry You.
“WOULD YOU MARRY ME? Ee ruhn nah yae mah eum huh rahk hae jool lae, pyung saeng gyuh the ee sseul geh I DO”, sema anak Suju menyanyi.
Soo Rim hampir meneteskan air matanya. Ia menutup mukanya dengan kedua tangannya.
Hyun Joong menghampiri Soo Rim, berlutut didepannya. “Would you marry me?”
“I DO, I WANNA MARRY YOU”, Soo Rim menangis kejer, sampai ingusan. “Mian Oppa, aku..”
Hyun Joong bangun dan menaruh telunjuknya didepan mulut Soo Rim *dibantai triple s*. “Shuut! Bisa ga sekali aja jangan cerewet, aku sudah tau semuanya. Namanya cinta memang ada cobaannya”
“mian Hee Chul oppa, you can’t call me jagya because just hyun oppa can call me jagya, you can call me dongsaeng”, Soo Rim menghampiri Hee Chul.
“Okey, it’s enough for me Dongsaeng”, Hee Chul tersenyum.
“Oppa neo muh yeppo seo yeoja jah deul ee gah man ahn~”, Soo Rim bernyanyi. “Tahun depan aku debut inget yah!”
“Aku gag nyanyi lagi loh Jagya”, Hyun memberi info.
“Hah?! Itu beneran? Terus siapa yang nafkahin keluarga kita?”, Soo Rim panic.
“Kan kamu mau debut, aku jadi bapak rumah tangga, aku akan membesarkan anak-anak kita dengan baik”(dibantai triple s) Hyun Joong beralasan. *ngebayangin Oppa pake celemek nyuci piring sambil gendong anak ngilerrr*
“OGAH! Aku nikah ama Hee Chul Oppa aja, dia kan masih nyanyi punya arpald lagi”
Hee Chul senyum-senyum. “Sebenernya arpaldnya punya teukie”
“APAH?”, Soo Rim syok. “Yaudah aku ma In Kyu oppa aja”(dibunuh Eunice)
“AKU GAK MAO!”, teriak In Kyu, gak tau dari mana.
“Udah ama aku aja Jagya”, Rayu Hyun Joong.
“Aniyo, aniyo”, Soo Rim berlari, Hyun Joong mengejar Soo Rim.
Mereka berdua main kejar-kejaran dilapangan bergabung dengan Hyun Mi dan Kyu Hyun yang belom selesai main kejar-kejaran juga.
-THE END-
Mereka berempat hidup bahagia sambil kejar-kejaran, sedangkan Rae Neul jadi suka ngepel karena Kangin.
Showing posts with label call me dongsaeng. Show all posts
Showing posts with label call me dongsaeng. Show all posts
Friday, July 3, 2009
call me dongsaeng part 3
written by
Anonymous
huaa merasa makin gajelasss, ha~
Paginya Soo Rim bangun di tengah-tengah kuburan, (pembaca:loh kok jadi horror. athor:he, mian-mian). Paginya Soo Rim tidak bersemangat ke Sekolah, ia malas-malasan bangun dan mandi, pake sabun buat shampoo *kaya temennya si author*, pake odol buat cuci muka, pake facial foam buat sabun, pake shampoo buat gosok gigi dan menyebabkan kematian sehingga Soo Rim langsung dikuburkan di pemakaman deket rumahnya. THE END.
Pembaca: Dih najong
Author: Becandaaaa, huahaha*ketawa setan*
“Soo Rim mandinya jangan lama-lama, aku mau menjemput hye sun noona”, seru Min Ho dari depan kamar mandi.
“APA?!!! Kau jemput Hye Sun Onni?”, Soo Rim buru-buru keluar kamar mandi, nyuci, gosok, ngepel rumah (pembaca:si author apa banget dah lama-lama). Engga deng taunya Soo Rim Cuma keluar kamar aja langsung menginterogasi kakanya dengan jutaan pertanyaan.
“Ah, kamu nih norak banget sih, gitu aja juga”, seru Min Ho.
“Tapi..”
Pikiran Soo Rim.
Dulu Hyun Oppa kan naksir Hye sun Onni, dan sampai sekarang dia belum bisa melupakannya, mungkin ini akan menyakitinya, juga hatiku, oh tuhan tolong tolonglah aku *ingetkan Soo Rm tahun depan mau debut, latian teruuuus*
“AH! Sudah ga usah pake tapi-tapian enakan pake ayam”
“Pake lalap sama sambel terasi enak banget dah jadinya”,(?) lanjut Soo Rim.
“Soo Rim, kamu ga sekolah?”, Tanya Omma.
“Sekolah, wae?”, Soo Rim berlari ke depan rumah, eh taunya ada Mbah surip lagi nyanyi ‘tak gendong kemana-mana, enak toh, mantap toh’. Soo Rim terkagum-kagum melihat rambut gimbalnya si Mbah Surip. Tapi tiba-tiba si Mbah menghilang, Soo Rim merasakan hawa-hawa mistis disekitarnya, pilingnya (pembaca:Feeling woy!) iya dah feelingnya berkata, kaya mau ada setan.
Tiba-tiba Hee Chul muncul didepannya.
“Huaaaaaaaa! Kuntilanak!”, teriak Soo Rim.
Hee Chul ikut teriak. “Huaaaaaaaa! Mana? Mana?”, lebih lebay dari Soo Rim. Sambil loncat-loncat pocong terus dateng pa haji bawa tasbih, Hee chul dirukiyah (lah kenapa jadi religi gini)
Soo Rim bengong, memperhatikan Hee chul. Gak waras pikirnya. “Ngapain kesini pagi-pagi?”, Tanya Soo Rim judes.
“Judes amat sih kamu,”,. Goda Hee Chul sambil mencolek dagunya Soo Rim.
Soo Rim langsung cuci dagunya pake tanah 7 kali, *authornya dibantai Hee Chul, dikubur idup-idup ama ELF* “abis kemarin Oppa ninggalin aku ditengah jalan, tega banget sih”
Hee Chul mengingat kejadian kemarin. “Oh iya, map yah. Abis aku liat ada konsernya Anisa bakar, jadi aku nonton. Sekarang aku udah bisa goyang copot-copot”, Hee Chul memperagakan goyanganya.
Soo Rim langsung pingsan dan keluar buih-buih putih dari mulutnya, *diduga karena tadi makan shampoo*, “Ah! Oppa, sudahlah aku jalan sendiri saja”, Soo Rim jalan duluan.
“Yah, padahal aku bawa mobil”, goda Hee Chul.
Mata Soo Rim langsung hijau, “Mobil?” *si Soo Rim matre, tapi ga mau ke laut*
“Iya”, jawab Hee Chul singkat, padat, tepat, mantap, maknyus *pembaca:udah woy!*
Dengan so malu-malu tapi ngebet Soo Rim lari-lari ala India menuju mobilnya sebelum masuk dia muter-muter di tiang dulu. “aku mau deh”
Lalu mereka berdua berangkat dengan mobilnya Hee Chul, mobil arpald *he*
Ternyata Hyun Joong, juga ada disana mau menjemput Soo Rim tapi karena dia melihat Hee Chul ia membatalkan niat baik, mulia, bijaksana, dermawannya. Matanya berapi-api, hidungnya keluar asap kepalanya tumbuh tanduk, ternyata selama ini Hyun Joong itu mutan*digorok triple S* Hyun Joong Cuma merah aja mukanya kepanasan, tenang-tenang triple s
“Kau berani bermain api dibelakangku? Lihat saja nanti”, hyun joong memamerkan muka liciknya, *aish, tetep ganteung, aduh OPPA!*
Di sekolah
Saat istirahat Rae Neul dan Hyun Mi menghampiri Soo Rim. “Soo Rim, Soo Rim! Kemarin aku menjenguk Kangin, dia ngajak aku ngepel bareng sesekolahan. Romantis kan?”, Rae Neul mukanya berbunga-bunga. mawar melati semuanya indah..
“apanya yang romantis? Ngepel bareng kok romantis”, Hyun Mi bingung. “Aku sama Kyu Oppa aja kencannya makan es krim monas di ujung emas monasnya, keren kan?”
Soo Rim dan Hyun Mi syok, ternyata Kyu Hyun diam-diam menyeramkan *digorok ELF* masa kencan diujung emasnya kalo mati begimana tuh.
“Ah, sudahlah kalian berdua membuatku iri. Aku dan Hyun Joong tidak ada kemajuan, malah kemarin ia mematikan telpon duluan”, Soo Rim menelengkupkan mukanya di meja.
“Mungkin pulsanya abis!”, Rae Neul berpositip tingking.
“Ada ceweknya kali”, Hyun Mi bernegatip tingking.
“Hapenya lobet”, Rae Neul tetap teguh berpositip tingking tak peduli rintangan yang mengahadang sekalipun ada badai dan tsunami iya akan langsung bernegatip tingking*gubrak*.
“Di telpon cewe”, Hyun Mi berteguh juga.
“Iya kali”, Rae Neul cape.
Terdengar suara ngorok Soo Rim.
“Jah! Dia tidur”, seru Hyun Mi dan Rae Neul berbarengan.
Sementara Soo Rim sibuk tidur dikelas, sunbae SS501 nya sedang menyelidiki apa maksud Hee Chul mendekati Soo Rim. Setelah melakukan penelitian dan riset ia menemukan bukti di TKP! Ternyata Hee Chul ikut lomba cowok imut juga.
“Terus hubungannya apa?”, tanya Hyung bingung.
“Mungkin supaya kita sibuk ngurusin Soo Rim ama Hyun Hyung yang berantem, dia dengan mudah bisa menang lomba itu!”, Jung Min berasa kaya Einstein menemukan rumus baru.
“Sebenernya ga usah gitu juga Hyung pasti kalah”, ejek Young Saeng.
“Enak aja!”, Hyung Joon cemberut.
“Emang enak kok”, seru Kyu Jong yang lagi makan nasi pake ayam ada lalapannya sama sambelnya juga, dikirimin Ommanya Soo Rim.
“Dih! Hyung makan ga ngajak-ngajak”, Jung Min ikutan makan, yang lain juga akhirnya mereka makan bersama.
Hyun Joong dateng, “heh! Kalian makan ga ngajak-ngajak Hyungnya!”
“Hyung?”, Young Saeng bengong.
“Kenapa? Aku cakep ya? Jangan bengong gitu ah”, Hyun narsis *Author:emang-emang cakep*
“Bukan, kalo Hyung ngomong keliatan cabe digiginya”
Hyun Joong langsung ngaca, ternyata benar ada cabe lombok utuh yang nyangkut digiginya. “HA! Bagaimana ini? Padahal sepanjang jalan tadi aku senyum lima jari” *gede amat mulutnya Oppa*
Yang lain tetep sibuk makan, tidak mempedulikan Hyungnya yang mulai depresi. Setelah semuanya selesai makan baru Young Saeng menghampiri Hyung yang masih menangis disudut ruangan.
“Ibu tiri hanya sayang kepada ayahku saja~”, Hyun Joong lagi nyanyi lagu ngetop Indonesia di era jadul itu *authornya ga tau tahun kapan*
“Jah! Hyung nyanyi apa dah? Gaga jelas”, Young Saeng duduk disampingnya.
“waktu aku ga masuk kemarin apa kalian liat Soo Rim main api sama Hee Chul?”, tembak Hyun Joong.
“Enggak kok, semuanya aman terkendali”, jawab Kyu Jong boong.
“Ia, Hee chul ga main api sama Soo Rim, tapi pergi jalan-jalan bedua. Kalo kata Kyu Jong Hyung sih, Soo Rim naik dua naik perahu”, *aish, babo amad sih Hyung Oppa* *dikeplak Hyung*
“APAAAAH!”, ala Fitri Tropica “Aku tidak bisa membiarkan semua ini terjadi”
Bersumbangg again..
Paginya Soo Rim bangun di tengah-tengah kuburan, (pembaca:loh kok jadi horror. athor:he, mian-mian). Paginya Soo Rim tidak bersemangat ke Sekolah, ia malas-malasan bangun dan mandi, pake sabun buat shampoo *kaya temennya si author*, pake odol buat cuci muka, pake facial foam buat sabun, pake shampoo buat gosok gigi dan menyebabkan kematian sehingga Soo Rim langsung dikuburkan di pemakaman deket rumahnya. THE END.
Pembaca: Dih najong
Author: Becandaaaa, huahaha*ketawa setan*
“Soo Rim mandinya jangan lama-lama, aku mau menjemput hye sun noona”, seru Min Ho dari depan kamar mandi.
“APA?!!! Kau jemput Hye Sun Onni?”, Soo Rim buru-buru keluar kamar mandi, nyuci, gosok, ngepel rumah (pembaca:si author apa banget dah lama-lama). Engga deng taunya Soo Rim Cuma keluar kamar aja langsung menginterogasi kakanya dengan jutaan pertanyaan.
“Ah, kamu nih norak banget sih, gitu aja juga”, seru Min Ho.
“Tapi..”
Pikiran Soo Rim.
Dulu Hyun Oppa kan naksir Hye sun Onni, dan sampai sekarang dia belum bisa melupakannya, mungkin ini akan menyakitinya, juga hatiku, oh tuhan tolong tolonglah aku *ingetkan Soo Rm tahun depan mau debut, latian teruuuus*
“AH! Sudah ga usah pake tapi-tapian enakan pake ayam”
“Pake lalap sama sambel terasi enak banget dah jadinya”,(?) lanjut Soo Rim.
“Soo Rim, kamu ga sekolah?”, Tanya Omma.
“Sekolah, wae?”, Soo Rim berlari ke depan rumah, eh taunya ada Mbah surip lagi nyanyi ‘tak gendong kemana-mana, enak toh, mantap toh’. Soo Rim terkagum-kagum melihat rambut gimbalnya si Mbah Surip. Tapi tiba-tiba si Mbah menghilang, Soo Rim merasakan hawa-hawa mistis disekitarnya, pilingnya (pembaca:Feeling woy!) iya dah feelingnya berkata, kaya mau ada setan.
Tiba-tiba Hee Chul muncul didepannya.
“Huaaaaaaaa! Kuntilanak!”, teriak Soo Rim.
Hee Chul ikut teriak. “Huaaaaaaaa! Mana? Mana?”, lebih lebay dari Soo Rim. Sambil loncat-loncat pocong terus dateng pa haji bawa tasbih, Hee chul dirukiyah (lah kenapa jadi religi gini)
Soo Rim bengong, memperhatikan Hee chul. Gak waras pikirnya. “Ngapain kesini pagi-pagi?”, Tanya Soo Rim judes.
“Judes amat sih kamu,”,. Goda Hee Chul sambil mencolek dagunya Soo Rim.
Soo Rim langsung cuci dagunya pake tanah 7 kali, *authornya dibantai Hee Chul, dikubur idup-idup ama ELF* “abis kemarin Oppa ninggalin aku ditengah jalan, tega banget sih”
Hee Chul mengingat kejadian kemarin. “Oh iya, map yah. Abis aku liat ada konsernya Anisa bakar, jadi aku nonton. Sekarang aku udah bisa goyang copot-copot”, Hee Chul memperagakan goyanganya.
Soo Rim langsung pingsan dan keluar buih-buih putih dari mulutnya, *diduga karena tadi makan shampoo*, “Ah! Oppa, sudahlah aku jalan sendiri saja”, Soo Rim jalan duluan.
“Yah, padahal aku bawa mobil”, goda Hee Chul.
Mata Soo Rim langsung hijau, “Mobil?” *si Soo Rim matre, tapi ga mau ke laut*
“Iya”, jawab Hee Chul singkat, padat, tepat, mantap, maknyus *pembaca:udah woy!*
Dengan so malu-malu tapi ngebet Soo Rim lari-lari ala India menuju mobilnya sebelum masuk dia muter-muter di tiang dulu. “aku mau deh”
Lalu mereka berdua berangkat dengan mobilnya Hee Chul, mobil arpald *he*
Ternyata Hyun Joong, juga ada disana mau menjemput Soo Rim tapi karena dia melihat Hee Chul ia membatalkan niat baik, mulia, bijaksana, dermawannya. Matanya berapi-api, hidungnya keluar asap kepalanya tumbuh tanduk, ternyata selama ini Hyun Joong itu mutan*digorok triple S* Hyun Joong Cuma merah aja mukanya kepanasan, tenang-tenang triple s
“Kau berani bermain api dibelakangku? Lihat saja nanti”, hyun joong memamerkan muka liciknya, *aish, tetep ganteung, aduh OPPA!*
Di sekolah
Saat istirahat Rae Neul dan Hyun Mi menghampiri Soo Rim. “Soo Rim, Soo Rim! Kemarin aku menjenguk Kangin, dia ngajak aku ngepel bareng sesekolahan. Romantis kan?”, Rae Neul mukanya berbunga-bunga. mawar melati semuanya indah..
“apanya yang romantis? Ngepel bareng kok romantis”, Hyun Mi bingung. “Aku sama Kyu Oppa aja kencannya makan es krim monas di ujung emas monasnya, keren kan?”
Soo Rim dan Hyun Mi syok, ternyata Kyu Hyun diam-diam menyeramkan *digorok ELF* masa kencan diujung emasnya kalo mati begimana tuh.
“Ah, sudahlah kalian berdua membuatku iri. Aku dan Hyun Joong tidak ada kemajuan, malah kemarin ia mematikan telpon duluan”, Soo Rim menelengkupkan mukanya di meja.
“Mungkin pulsanya abis!”, Rae Neul berpositip tingking.
“Ada ceweknya kali”, Hyun Mi bernegatip tingking.
“Hapenya lobet”, Rae Neul tetap teguh berpositip tingking tak peduli rintangan yang mengahadang sekalipun ada badai dan tsunami iya akan langsung bernegatip tingking*gubrak*.
“Di telpon cewe”, Hyun Mi berteguh juga.
“Iya kali”, Rae Neul cape.
Terdengar suara ngorok Soo Rim.
“Jah! Dia tidur”, seru Hyun Mi dan Rae Neul berbarengan.
Sementara Soo Rim sibuk tidur dikelas, sunbae SS501 nya sedang menyelidiki apa maksud Hee Chul mendekati Soo Rim. Setelah melakukan penelitian dan riset ia menemukan bukti di TKP! Ternyata Hee Chul ikut lomba cowok imut juga.
“Terus hubungannya apa?”, tanya Hyung bingung.
“Mungkin supaya kita sibuk ngurusin Soo Rim ama Hyun Hyung yang berantem, dia dengan mudah bisa menang lomba itu!”, Jung Min berasa kaya Einstein menemukan rumus baru.
“Sebenernya ga usah gitu juga Hyung pasti kalah”, ejek Young Saeng.
“Enak aja!”, Hyung Joon cemberut.
“Emang enak kok”, seru Kyu Jong yang lagi makan nasi pake ayam ada lalapannya sama sambelnya juga, dikirimin Ommanya Soo Rim.
“Dih! Hyung makan ga ngajak-ngajak”, Jung Min ikutan makan, yang lain juga akhirnya mereka makan bersama.
Hyun Joong dateng, “heh! Kalian makan ga ngajak-ngajak Hyungnya!”
“Hyung?”, Young Saeng bengong.
“Kenapa? Aku cakep ya? Jangan bengong gitu ah”, Hyun narsis *Author:emang-emang cakep*
“Bukan, kalo Hyung ngomong keliatan cabe digiginya”
Hyun Joong langsung ngaca, ternyata benar ada cabe lombok utuh yang nyangkut digiginya. “HA! Bagaimana ini? Padahal sepanjang jalan tadi aku senyum lima jari” *gede amat mulutnya Oppa*
Yang lain tetep sibuk makan, tidak mempedulikan Hyungnya yang mulai depresi. Setelah semuanya selesai makan baru Young Saeng menghampiri Hyung yang masih menangis disudut ruangan.
“Ibu tiri hanya sayang kepada ayahku saja~”, Hyun Joong lagi nyanyi lagu ngetop Indonesia di era jadul itu *authornya ga tau tahun kapan*
“Jah! Hyung nyanyi apa dah? Gaga jelas”, Young Saeng duduk disampingnya.
“waktu aku ga masuk kemarin apa kalian liat Soo Rim main api sama Hee Chul?”, tembak Hyun Joong.
“Enggak kok, semuanya aman terkendali”, jawab Kyu Jong boong.
“Ia, Hee chul ga main api sama Soo Rim, tapi pergi jalan-jalan bedua. Kalo kata Kyu Jong Hyung sih, Soo Rim naik dua naik perahu”, *aish, babo amad sih Hyung Oppa* *dikeplak Hyung*
“APAAAAH!”, ala Fitri Tropica “Aku tidak bisa membiarkan semua ini terjadi”
Bersumbangg again..
Wednesday, July 1, 2009
call me dongsaeng part 2
written by
Anonymous
huaa~ saraaap, ahaha
“Kamu ga boleh gitu, ini kan karirnya dia kamu harus mendukung”, omel Kyu Jong.
“Loh, bukannya aku ga ngedukung OPPA, mungkin aja karirnya Oppa sama tanggal lahirnya ga cocok, kyu oppa. Mungkin Hyun Oppa lagi konsultasi sama ki joko pabo kali, pekerjaan apa yang paling cocok ama Oppa” (author:ampun-ampun ki joko babo)
“ah, aku juga mau konsultasi sama ki joko babo ah”, Hyung kabur keluar.
“Ayo dong semuanya jangan becanda ini tuh masalah pelik”, Kyu Jong mulai bete.
“Pelik bukannya pelawak hyung?”, Tanya Hyung joon
“Itu kelik! Lagian plesetan udah gag jamban!”, omel Kyu Jong.
“Dih sendirinya”, hyung joon ngomong dengan suara pelan.
Soo Rim termenung. “Terus kamu maunya apa? Ada tempe goreng ada ayam goreng semuanya di goreng goreng goreng”, Soo Rim nyanyi lagi, mungkin tahun depan dia mau debut kali, jadi tahun ini banyak-banyak latian.
Aura-aura kegelapan mulai menyelimuti kelas Soo Rim, Kyu Jong matanya berubah jadi putih,
TENG TENG TENG
Author: bunyi bel masuk ceritanya
Pembaca: kaya bunyi es nong-nongg
Author:*senyum-senyum* emang pake yang buat es nong nong, hehe
“SAVE BY THE BELL!”, teriak Soo Rim yang udah keringet dingin liat Kyu Oppa mau berubah, si sabar yang menyeramkan(dikeplak kyu oppa). Akhirnya mereka semua meninggalkan kelas Soo Rim, Rae Neul masih terkagum-kagum sama Jung Min, Hyun Mi baru dateng ke kelas barengan taemin sambil senyum-senyum gejeh*abis pacaran ama kyu*
“pelajaran siapa sekarang?”, Tanya taemin.
“Pak ju*f***r”
“Yah, tukang mi ayam”, huehehe *author, mengingat masa-masa di ghotoen*
Akhirnya mereka semua mengikuti pelajaran dengan hikmat, kecuali Soo Rim dan Hee chul. Soo Rim bibirnya kedutan mungkin ada yang ngomongin. Hee Chul mikirin Soo Rim.
Seusai sekolah Soo Rim buru-buru pulang, takut ketemu Oppa-oppa SS501. di jalan pulang ia bertemu Hee chul.
Soo Rim kaget, ia bingung apa ia harus menyapa atau lewat saja pura-pura tidak liat atau ia menyamar jadi tukang jualan kacang atau tukang es nong-nong atau tukang sayur, eh jangan deh katanya kan Hee Chul nalurinya keibuan ntar dia nyamperin lagi kalo jadi tukang sayur. Karena kelamaan berpikir Hee Chul mendekatinya.
“Hai”, sapa Hee Chul dari jarak yang sangat dekat.
Pikiran Soo Rim
Wangi apa ya nih, aduh Hee chul kok dari deket cantik banget yah, tapi pasti idungnya oplas(disambit hee chul, digorok elf). Ini mah wangi semprotan pelicin rapibu, apa rapiom yah? Tapi kok wangi banget.
“Hai”, sapa Hee chul lagi, ‘jangan-jangan si Soo Rim budek lagih’ pikirnya
“Eh, annyong adjussi”, Soo Rim senyum-senyum.
Hee CHul jatuh terlentang.
“Kenapa?”, Tanya Soo Rim panic.
“ga apah,”, Hee Chul berdiri lagi mengumpulkan sisa kehidupannya setelah dipanggil adjussi sama adek kelasnya. “aku kan kakak kelas mu, kenapa panggilnya adjussi?”, tanyanya bt, biar Hee chul bete pasti tetep cantik mukanya *authornya ngiler*
“Oh, mian. Kalo didunia nyata kan kamu tua”, *authornya mesem-mesem*
“Yaudah, kalo didunia nyata mah, aku gak kenal kamu”, Hee Chul mau terbang ke Dunia nyata. *Tapi tenang, ga jadi. kakinya ditarik author, author ketawa setan*
“Oppa!”, panggil Soo Rim manja. “Aku becanda, mian”
“Aahh, ga apah kok jagya”, *disambitin elf*
Soo Rim senyum-senyum lagi, *authornya tuh padaal yang senyum-senyum*
“Aku sudah lama ingin bicara sama kamu, tapi aku lihat kamu terlalu sibuk sama Hyun Joong itu”, cerita Hee Chul dengan nada sinis.
“Aniyo Oppa, kamu berlebihan, aku sama Hyun oppa biasa saja”, elak Soo Rim yang mulai terbuai bunga-bunga asmara.
“Ah, kedengarannya tidak begitu. Dari caramu menyebut namanya saja berbeda”, Hee Chul berjalan didepan Soo Rim.
Soo Rim ketawa-ketawa mukanya kaya penjahat yang baru dapet duit ratusan triliun, “Ah, Oppa sudahlah kalo kau tidak percaya”
Hee Chul berbalik, mukanya Soo Rim langsung berubah. “aku percaya kok, eh gimana kalo kita jalan-jalan sekarang?”
“Bagaimana yah?”, padahal jantungnya udah mau copot tuh. *jantung authornya yang lagi ngayal mau copot*
Dari jauh semua anggota SS501 kecuali Hyun Joong Oppa sedang memperhatikan mereka.
“Ya ampun Soo Rim naik dua perahu”, Kyu Jong berbicara sendiri.
“Perahu? Orang dia jalan kaki”, kata Hyung bingung.
“Aku tidak percaya Hee Chul seperti itu”, kata Young Saeng.
“Hyung emangnya pacaran ama Hee Chul hyung?”, Tanya Jung Min.
“Eh! Kamu kalo ngomong diayak dulu pake saringan”, omel Jyu Jong.
“DIH! Diayak mah nama suku di Indonesia, saringan juga jurusnya sasuke(yang gatau maksudnya sarengan dibacanya saringgan), yang matanya jadi merah tuh Hyung”, seru Hyung Joon *hobi banget dah dia main plesetan*
Hyung dikeplak Kyu jong. “Udah dibilangin ga jamban, masih aja sih”
“Yaudah sih sepele gitu aja juga*bahasa gaul nya anak jamban eh, jaman sekarang*, eh tadi dua perahu apaan? Aku kok gak ngerti?”, Tanya Hyung lagi.
“Itu loh pada satu waktu punya dua pacar. Kayanya sihm aku juga taunya dari arti dvd bajakan pilm korea, hehe”, cerita Kyu Jong *pengalamannya si author ini mah* Hyung joon manggut-manggut aja.
“Jadi gimana nih? Apa kita biarin aja Soo Rim deket-deket makhluk pencium itu?”, Tanya Jung Min.
“Mungkin sebaiknya yang harus kita curigai itu si Hee Chul, jangan-jangan ada gajah di balik batu”, seru Young Saeng. *young saeng: authornya apa banget dah*
“udang!”, kyu Jong membenarkan.
“Udah gak jamban”, young saeng ketularan Kyu Jong.
“Yaudah mending sekarang kita nyuci(loh) nyuci poto maksudnya, aku mau ikut audisi cowok iimut pasti aku menang”, kata Hyung.
Malamnya.
“Oppa, apakah ini baik untukmu?”, tanya Soo Rim lewat telepon aku sampaikan kerinduan. *nyanyi mulu dah*
“Aku baik-baik saja”, si Oppa ikutan author dah nyanyi juga. “Baik apanya? Ya enggaklah masa ya enggak dong secara kedondong bukan kedonlah”, Hyun Joong mulai sarap. *disambit triple s*
“Telpon yang anda tuju sedang berada diluar kesadaran atau tidak hidup silahkan hubungi kalau sudah waras”, seru Soo Rim ngikutin suara operator telepon.
“HEH! Kecil-kecil belagu!” Omel Hyun Oppa.
Soo Rim hanya tertawa
“Tadi siang kau pergi kemana?”, Tanya Hyun Joong.
“Kemana? Aku langsung pulang kok”, jawabnya gagak(eh?) gagap maksudnyah.
“Benar?”, Tanya Hyun lagi.
“Benar! Kau sendiri kemana tadi? Tidak sekolah?”, Tanya Soo Rim.
“Bukan urusanmu!”, teriak Oppa. “tuuut,tuut,tuut” *bukan bunyi kentut, tapi telponnya dimatiin sama Hyun Joong*
“AH! BENAR-BENAR MENYEBALKAN!”, teriaknya.
“Jangan teriak! Aku lagi nonton boys over flower persi Indonesia! F4nya pengusaha tepung seru deh”, seru Min Ho dari luar.
bersumbaaangggg.............
“Kamu ga boleh gitu, ini kan karirnya dia kamu harus mendukung”, omel Kyu Jong.
“Loh, bukannya aku ga ngedukung OPPA, mungkin aja karirnya Oppa sama tanggal lahirnya ga cocok, kyu oppa. Mungkin Hyun Oppa lagi konsultasi sama ki joko pabo kali, pekerjaan apa yang paling cocok ama Oppa” (author:ampun-ampun ki joko babo)
“ah, aku juga mau konsultasi sama ki joko babo ah”, Hyung kabur keluar.
“Ayo dong semuanya jangan becanda ini tuh masalah pelik”, Kyu Jong mulai bete.
“Pelik bukannya pelawak hyung?”, Tanya Hyung joon
“Itu kelik! Lagian plesetan udah gag jamban!”, omel Kyu Jong.
“Dih sendirinya”, hyung joon ngomong dengan suara pelan.
Soo Rim termenung. “Terus kamu maunya apa? Ada tempe goreng ada ayam goreng semuanya di goreng goreng goreng”, Soo Rim nyanyi lagi, mungkin tahun depan dia mau debut kali, jadi tahun ini banyak-banyak latian.
Aura-aura kegelapan mulai menyelimuti kelas Soo Rim, Kyu Jong matanya berubah jadi putih,
TENG TENG TENG
Author: bunyi bel masuk ceritanya
Pembaca: kaya bunyi es nong-nongg
Author:*senyum-senyum* emang pake yang buat es nong nong, hehe
“SAVE BY THE BELL!”, teriak Soo Rim yang udah keringet dingin liat Kyu Oppa mau berubah, si sabar yang menyeramkan(dikeplak kyu oppa). Akhirnya mereka semua meninggalkan kelas Soo Rim, Rae Neul masih terkagum-kagum sama Jung Min, Hyun Mi baru dateng ke kelas barengan taemin sambil senyum-senyum gejeh*abis pacaran ama kyu*
“pelajaran siapa sekarang?”, Tanya taemin.
“Pak ju*f***r”
“Yah, tukang mi ayam”, huehehe *author, mengingat masa-masa di ghotoen*
Akhirnya mereka semua mengikuti pelajaran dengan hikmat, kecuali Soo Rim dan Hee chul. Soo Rim bibirnya kedutan mungkin ada yang ngomongin. Hee Chul mikirin Soo Rim.
Seusai sekolah Soo Rim buru-buru pulang, takut ketemu Oppa-oppa SS501. di jalan pulang ia bertemu Hee chul.
Soo Rim kaget, ia bingung apa ia harus menyapa atau lewat saja pura-pura tidak liat atau ia menyamar jadi tukang jualan kacang atau tukang es nong-nong atau tukang sayur, eh jangan deh katanya kan Hee Chul nalurinya keibuan ntar dia nyamperin lagi kalo jadi tukang sayur. Karena kelamaan berpikir Hee Chul mendekatinya.
“Hai”, sapa Hee Chul dari jarak yang sangat dekat.
Pikiran Soo Rim
Wangi apa ya nih, aduh Hee chul kok dari deket cantik banget yah, tapi pasti idungnya oplas(disambit hee chul, digorok elf). Ini mah wangi semprotan pelicin rapibu, apa rapiom yah? Tapi kok wangi banget.
“Hai”, sapa Hee chul lagi, ‘jangan-jangan si Soo Rim budek lagih’ pikirnya
“Eh, annyong adjussi”, Soo Rim senyum-senyum.
Hee CHul jatuh terlentang.
“Kenapa?”, Tanya Soo Rim panic.
“ga apah,”, Hee Chul berdiri lagi mengumpulkan sisa kehidupannya setelah dipanggil adjussi sama adek kelasnya. “aku kan kakak kelas mu, kenapa panggilnya adjussi?”, tanyanya bt, biar Hee chul bete pasti tetep cantik mukanya *authornya ngiler*
“Oh, mian. Kalo didunia nyata kan kamu tua”, *authornya mesem-mesem*
“Yaudah, kalo didunia nyata mah, aku gak kenal kamu”, Hee Chul mau terbang ke Dunia nyata. *Tapi tenang, ga jadi. kakinya ditarik author, author ketawa setan*
“Oppa!”, panggil Soo Rim manja. “Aku becanda, mian”
“Aahh, ga apah kok jagya”, *disambitin elf*
Soo Rim senyum-senyum lagi, *authornya tuh padaal yang senyum-senyum*
“Aku sudah lama ingin bicara sama kamu, tapi aku lihat kamu terlalu sibuk sama Hyun Joong itu”, cerita Hee Chul dengan nada sinis.
“Aniyo Oppa, kamu berlebihan, aku sama Hyun oppa biasa saja”, elak Soo Rim yang mulai terbuai bunga-bunga asmara.
“Ah, kedengarannya tidak begitu. Dari caramu menyebut namanya saja berbeda”, Hee Chul berjalan didepan Soo Rim.
Soo Rim ketawa-ketawa mukanya kaya penjahat yang baru dapet duit ratusan triliun, “Ah, Oppa sudahlah kalo kau tidak percaya”
Hee Chul berbalik, mukanya Soo Rim langsung berubah. “aku percaya kok, eh gimana kalo kita jalan-jalan sekarang?”
“Bagaimana yah?”, padahal jantungnya udah mau copot tuh. *jantung authornya yang lagi ngayal mau copot*
Dari jauh semua anggota SS501 kecuali Hyun Joong Oppa sedang memperhatikan mereka.
“Ya ampun Soo Rim naik dua perahu”, Kyu Jong berbicara sendiri.
“Perahu? Orang dia jalan kaki”, kata Hyung bingung.
“Aku tidak percaya Hee Chul seperti itu”, kata Young Saeng.
“Hyung emangnya pacaran ama Hee Chul hyung?”, Tanya Jung Min.
“Eh! Kamu kalo ngomong diayak dulu pake saringan”, omel Jyu Jong.
“DIH! Diayak mah nama suku di Indonesia, saringan juga jurusnya sasuke(yang gatau maksudnya sarengan dibacanya saringgan), yang matanya jadi merah tuh Hyung”, seru Hyung Joon *hobi banget dah dia main plesetan*
Hyung dikeplak Kyu jong. “Udah dibilangin ga jamban, masih aja sih”
“Yaudah sih sepele gitu aja juga*bahasa gaul nya anak jamban eh, jaman sekarang*, eh tadi dua perahu apaan? Aku kok gak ngerti?”, Tanya Hyung lagi.
“Itu loh pada satu waktu punya dua pacar. Kayanya sihm aku juga taunya dari arti dvd bajakan pilm korea, hehe”, cerita Kyu Jong *pengalamannya si author ini mah* Hyung joon manggut-manggut aja.
“Jadi gimana nih? Apa kita biarin aja Soo Rim deket-deket makhluk pencium itu?”, Tanya Jung Min.
“Mungkin sebaiknya yang harus kita curigai itu si Hee Chul, jangan-jangan ada gajah di balik batu”, seru Young Saeng. *young saeng: authornya apa banget dah*
“udang!”, kyu Jong membenarkan.
“Udah gak jamban”, young saeng ketularan Kyu Jong.
“Yaudah mending sekarang kita nyuci(loh) nyuci poto maksudnya, aku mau ikut audisi cowok iimut pasti aku menang”, kata Hyung.
Malamnya.
“Oppa, apakah ini baik untukmu?”, tanya Soo Rim lewat telepon aku sampaikan kerinduan. *nyanyi mulu dah*
“Aku baik-baik saja”, si Oppa ikutan author dah nyanyi juga. “Baik apanya? Ya enggaklah masa ya enggak dong secara kedondong bukan kedonlah”, Hyun Joong mulai sarap. *disambit triple s*
“Telpon yang anda tuju sedang berada diluar kesadaran atau tidak hidup silahkan hubungi kalau sudah waras”, seru Soo Rim ngikutin suara operator telepon.
“HEH! Kecil-kecil belagu!” Omel Hyun Oppa.
Soo Rim hanya tertawa
“Tadi siang kau pergi kemana?”, Tanya Hyun Joong.
“Kemana? Aku langsung pulang kok”, jawabnya gagak(eh?) gagap maksudnyah.
“Benar?”, Tanya Hyun lagi.
“Benar! Kau sendiri kemana tadi? Tidak sekolah?”, Tanya Soo Rim.
“Bukan urusanmu!”, teriak Oppa. “tuuut,tuut,tuut” *bukan bunyi kentut, tapi telponnya dimatiin sama Hyun Joong*
“AH! BENAR-BENAR MENYEBALKAN!”, teriaknya.
“Jangan teriak! Aku lagi nonton boys over flower persi Indonesia! F4nya pengusaha tepung seru deh”, seru Min Ho dari luar.
bersumbaaangggg.............
oppa is so pretty / call me dongsaeng
written by
Anonymous
heee~ sebenernya banyak yang mau dibikin fanfict udah ada depan"nya tapi kea.a yang mau dirampungin ini aja deh, hehehe
mudah"an gaga anehh
Pagi itu langit begitu cerah, burung-burung berkicau bersautan, Ibu-ibu rumah tangga udah pada memulai ajang gosipnya di tukang sayur, di tukang roti, dan tukang lainnya.
sementara Soo Rim masih berleha-leha dikamarnya.
"YA! SOO RIM! bangun, dasar malas", teriak Omma dari luar kamar dan suaranya menyebabkan polusi udara, he
Soo Rim hanya menggeliat dikasur dan kembali tidur.
Lee Min Ho aka Oppanya Soo Rim, mengetuk kamarnya. "Dongsaeng, diluar ada hyun joong"
Soo Rim langsung berkaca "AH TIDAK! aku cantik sekali" Soo Rim berlari keluar ternyata tidak ada siapa", hanya ada tukang sayur plus Ibu" yang lagi ngegosip, tukang roti, tukang sampah, tukang beca, tukang bubur dan tukang-tukang lainnya, dengan penuh amarah Soo Rim mencari kakanya sambil membawa golok.
"OPPA!", teriaknya.
"Wae? ngapain kamu bawa golok? serem amad, amad aja ga serem", Min Ho sok jayus
"mana Hyun Oppa! dasar kamu tukang boong!", Soo Rim mendekati Min Ho sambil mengacungkan goloknya
"EH! sadar! sabar-sabar kita harus sabar" Min Ho malah nyanyi. "Nyebut, nyebut, but, but," Min ho makin ngaco.(sebenernya authornya yang ngaco,hehe)
Soo Rim melotot. "Nih!", Soo Rim menaruh goloknya di meja. "Potong rumput! TUH udah panjang!"
'JAH! kirain mau ngegorok!', seru Min Ho dalam hati.
Soo Rim mendelik ke Min ho, setelah itu ia berlari mendaki gunung lewati lembah menyebrangi samudera, (enggak deng) Soo Rim dengan cepat langsung mandi dan menuju sekolahnya
Disekolah,
para sunbaenya sedang latihan dance maap-maap di lapangan sekolah, Soo Rim tidak peduli ia terus berjalan, ia tidak menyadari ternyata di antara sunbae-sunbaenya itu ada yang sedang memperhatikannya.
Rae Neul dan Hyun Mi menunggu Soo Rim didepan kelasnya.
"Soo Rim! kamu ga liat? tadi anak-anak super man, eh super star, loh super woman, adu apaan ya?", Rae Neul bingung (AUTHOR:kalo bingung pegangan)
Hyun Mi mengeplak pala Rae Neul "SUPER JUNIOR"
"Ia, maksud aku juga itu, super mi, eh apalah itu namanya. kan tadi ada hee chul sunbae, dia ga manggil kamu?", tanya Rae Neul.
Soo Rim masuk kekelas lalu duduk, Hyun Mi dan Rae Neul mengikuti. "Enggak, memangnya kenapa ia harus memanggil aku?", Soo RIm bingung sambil bertopang dagu.
"Masa kamu ga tau, Hee Chul sunbae kan naksir kamu", ceplos Hyun Mi.
"Aku tau, emang sih aku cantik", tiba-tiba teukie jatuh dari atap, "Menawan", kangin gelinding dari tangga, "Manis", Hankyung kejang-kejang.
"STOP!STOP jangan dilanjutin", teriak Hyun Mi sambil lompat-lompat. "Nanti makin banyak korban"
"Korban apa sih?", tanya Soo Rim so imut, Rae Neul cuma ngangguk" aja...
NGUING NGUING NGUING
author:ceritanya bunyi ambulance
pembaca: kaya nyamuk
author melempar pembaca dengan sendal.
"DIH!apaan tuh", seru taemin sambil ngedip mata satu kaya Jaja miharja. lalu melihat keluar jendela "OMO! hyung-hyung suju pada kecelekaan", taemin berlari ke bawah.
"OMONA! mudah-mudahan kyu oppa gaga apa-apa", Hyun Mi ikut lari ke bawah.
"jadi kamu ga suka ama Hee chul?", Rae neul kembali ke topik hidayat, loh? topik kiemas deng, eh bukan juga. topik pembicaraan deng.
"Aku cuma cinta sama Hyun Oppa, meski ia tidak tahu aku mencintainya", mata Soo RIm berkaca-kacak sampai-sampai Rae NEul bisa ngaca sambil photo-photo. dan Rae NEul berinisiatip buat jualan kacang(loh?)
"Soo Rim", panggil Jung Min diikuti dengan yang lainnya.
"Wae Jung min oppa?", tanya Soo Rim bingung, Rae Neul terkagum-kagum melihat Jung Min.
"Hyun hyung mau meninggalkan dunia..."
"APAH?", potong Soo Rim, ngomongnya ala Fitri Tropica
"Tunggu dong! orang ngomongnya belum beres", omel Jung Min
"Aku tidak tahan OPPA! segitu teganyakah dia meninggalkan aku dengan puing-puing cinta ini", Soo Rim duduk di sudut sambil menatap dinding, eh ada cicak "cicak-cicak di dinding diam-diam merayap", Soo Rim malah nyanyi tembang kenangan waktu di TK.
Hyung Joon melempar Soo Rim dengan HPnya.
"ASIK HP BARU!", kata Soo RIm, sambil loncat-loncat kodok.
"Soo Rim! kita serius!" omel Kyu Jong
"LOH? bukannya kita SS501 ya hyung? serius mah band Indonesia udah gitu vokalisnya keluar lagi", tanya Hyung joon polos.
GUBRAK!!
Jung Min melotot. Hyung Joon menundukan kepalanya.
"Soo Rim, hyun hyung bilang dia mau meninggalkan dunia persilatan", seru Young Saeng.
"Bukan! Dunia maya kali Hyung", seru Hyung joon.
"BUKAN!", JUng min teriak. "Dunia HITAM!",
RAe NEul dan Soo Rim diem aja ngeliatin mereka berempat yang lagi adu mulut, (kalo ada Hee Chul oppa di cium tuh)
"yang bener itu dunia entertainment, dia bilang dia mau berenti jadi artis"
yang lain mengangguk-angguk.
"OOH"Soo Rim dan Rae Neul ber-oh ria.
"Kok oh doang sih?", kyu jong bete.
"Ya biarin lah Oppa, kan bagus tuh kalo hyun oppa enggak nyanyi lagi dikit deh yang ngefans ama dia, kesempatan aku jadi pacarnya terbuka lebar kali panjang", Soo Rim tertawa setan.
bersambuuuunnggg....
hehehe
mudah"an gaga anehh
Pagi itu langit begitu cerah, burung-burung berkicau bersautan, Ibu-ibu rumah tangga udah pada memulai ajang gosipnya di tukang sayur, di tukang roti, dan tukang lainnya.
sementara Soo Rim masih berleha-leha dikamarnya.
"YA! SOO RIM! bangun, dasar malas", teriak Omma dari luar kamar dan suaranya menyebabkan polusi udara, he
Soo Rim hanya menggeliat dikasur dan kembali tidur.
Lee Min Ho aka Oppanya Soo Rim, mengetuk kamarnya. "Dongsaeng, diluar ada hyun joong"
Soo Rim langsung berkaca "AH TIDAK! aku cantik sekali" Soo Rim berlari keluar ternyata tidak ada siapa", hanya ada tukang sayur plus Ibu" yang lagi ngegosip, tukang roti, tukang sampah, tukang beca, tukang bubur dan tukang-tukang lainnya, dengan penuh amarah Soo Rim mencari kakanya sambil membawa golok.
"OPPA!", teriaknya.
"Wae? ngapain kamu bawa golok? serem amad, amad aja ga serem", Min Ho sok jayus
"mana Hyun Oppa! dasar kamu tukang boong!", Soo Rim mendekati Min Ho sambil mengacungkan goloknya
"EH! sadar! sabar-sabar kita harus sabar" Min Ho malah nyanyi. "Nyebut, nyebut, but, but," Min ho makin ngaco.(sebenernya authornya yang ngaco,hehe)
Soo Rim melotot. "Nih!", Soo Rim menaruh goloknya di meja. "Potong rumput! TUH udah panjang!"
'JAH! kirain mau ngegorok!', seru Min Ho dalam hati.
Soo Rim mendelik ke Min ho, setelah itu ia berlari mendaki gunung lewati lembah menyebrangi samudera, (enggak deng) Soo Rim dengan cepat langsung mandi dan menuju sekolahnya
Disekolah,
para sunbaenya sedang latihan dance maap-maap di lapangan sekolah, Soo Rim tidak peduli ia terus berjalan, ia tidak menyadari ternyata di antara sunbae-sunbaenya itu ada yang sedang memperhatikannya.
Rae Neul dan Hyun Mi menunggu Soo Rim didepan kelasnya.
"Soo Rim! kamu ga liat? tadi anak-anak super man, eh super star, loh super woman, adu apaan ya?", Rae Neul bingung (AUTHOR:kalo bingung pegangan)
Hyun Mi mengeplak pala Rae Neul "SUPER JUNIOR"
"Ia, maksud aku juga itu, super mi, eh apalah itu namanya. kan tadi ada hee chul sunbae, dia ga manggil kamu?", tanya Rae Neul.
Soo Rim masuk kekelas lalu duduk, Hyun Mi dan Rae Neul mengikuti. "Enggak, memangnya kenapa ia harus memanggil aku?", Soo RIm bingung sambil bertopang dagu.
"Masa kamu ga tau, Hee Chul sunbae kan naksir kamu", ceplos Hyun Mi.
"Aku tau, emang sih aku cantik", tiba-tiba teukie jatuh dari atap, "Menawan", kangin gelinding dari tangga, "Manis", Hankyung kejang-kejang.
"STOP!STOP jangan dilanjutin", teriak Hyun Mi sambil lompat-lompat. "Nanti makin banyak korban"
"Korban apa sih?", tanya Soo Rim so imut, Rae Neul cuma ngangguk" aja...
NGUING NGUING NGUING
author:ceritanya bunyi ambulance
pembaca: kaya nyamuk
author melempar pembaca dengan sendal.
"DIH!apaan tuh", seru taemin sambil ngedip mata satu kaya Jaja miharja. lalu melihat keluar jendela "OMO! hyung-hyung suju pada kecelekaan", taemin berlari ke bawah.
"OMONA! mudah-mudahan kyu oppa gaga apa-apa", Hyun Mi ikut lari ke bawah.
"jadi kamu ga suka ama Hee chul?", Rae neul kembali ke topik hidayat, loh? topik kiemas deng, eh bukan juga. topik pembicaraan deng.
"Aku cuma cinta sama Hyun Oppa, meski ia tidak tahu aku mencintainya", mata Soo RIm berkaca-kacak sampai-sampai Rae NEul bisa ngaca sambil photo-photo. dan Rae NEul berinisiatip buat jualan kacang(loh?)
"Soo Rim", panggil Jung Min diikuti dengan yang lainnya.
"Wae Jung min oppa?", tanya Soo Rim bingung, Rae Neul terkagum-kagum melihat Jung Min.
"Hyun hyung mau meninggalkan dunia..."
"APAH?", potong Soo Rim, ngomongnya ala Fitri Tropica
"Tunggu dong! orang ngomongnya belum beres", omel Jung Min
"Aku tidak tahan OPPA! segitu teganyakah dia meninggalkan aku dengan puing-puing cinta ini", Soo Rim duduk di sudut sambil menatap dinding, eh ada cicak "cicak-cicak di dinding diam-diam merayap", Soo Rim malah nyanyi tembang kenangan waktu di TK.
Hyung Joon melempar Soo Rim dengan HPnya.
"ASIK HP BARU!", kata Soo RIm, sambil loncat-loncat kodok.
"Soo Rim! kita serius!" omel Kyu Jong
"LOH? bukannya kita SS501 ya hyung? serius mah band Indonesia udah gitu vokalisnya keluar lagi", tanya Hyung joon polos.
GUBRAK!!
Jung Min melotot. Hyung Joon menundukan kepalanya.
"Soo Rim, hyun hyung bilang dia mau meninggalkan dunia persilatan", seru Young Saeng.
"Bukan! Dunia maya kali Hyung", seru Hyung joon.
"BUKAN!", JUng min teriak. "Dunia HITAM!",
RAe NEul dan Soo Rim diem aja ngeliatin mereka berempat yang lagi adu mulut, (kalo ada Hee Chul oppa di cium tuh)
"yang bener itu dunia entertainment, dia bilang dia mau berenti jadi artis"
yang lain mengangguk-angguk.
"OOH"Soo Rim dan Rae Neul ber-oh ria.
"Kok oh doang sih?", kyu jong bete.
"Ya biarin lah Oppa, kan bagus tuh kalo hyun oppa enggak nyanyi lagi dikit deh yang ngefans ama dia, kesempatan aku jadi pacarnya terbuka lebar kali panjang", Soo Rim tertawa setan.
bersambuuuunnggg....
hehehe
Subscribe to:
Posts (Atom)